Showing posts with label Jogjakarta. Show all posts
Showing posts with label Jogjakarta. Show all posts

Monday, 3 March 2014

Membeli belah di Jalan Malioboro

Sepanjang Jalanan Malioboro

Saya melawat beberapa tempat di sepanjang Jalan ke Malioboro. Jalan di sini adalah tempat untuk saya membeli belah. Kawasan yang sangat terkenal di Jogja dan semua orang kenal tempat ini. Di antaranya adalah :

(a) Tugu Yogyakarta adalah tugu simbol atau lambang dari Kota Yogyakarta. Tugu ini adalah garis yang bersifat magis menghubungkan laut Selatan, Kraton Jogja, dan Gunung Merapi. Jika ditarik garis lurus, anda akan menemui beberapa objek pelancungan seperti Gunung Merapi, Kalirung, Monumen Yogya kembali, Tugu Jogja, Stasiun Tugu, Malioboro, Pasar Bringharjo, Bentenbg Vredeburg, Alun-alun Utara, Katon Jogja, Alun-alun Selatan, Panggung Krapyak/ kandang Menjangan, Desa Wisata Manding sampai Pantai Selatan Parangtritis.


Tugu Jogja


Selepas itu, saya pergi membeli belah di sepanjang jalan Malioboro. Terjumpa banyak beca dan kereta berkuda. Banyak yang dijual hasil kerajinan tangan dan batik. Ini adalah kawasan kegemaran saya untuk bershopping. Macam-macam ada di sini. Anda perlu rajin tawar menawar. Saya membawa orang tempatan apabila membeli barangan di sini. 

 Kereta Berkuda

 Beca Jogja

 Pasar Beringharjo : Pasar Tradisional

   Saya suka shopping di sini. Pasar ini terkenal dengan kain batik Jawa, serta barangan            kerajinan tangan. Anda mesti berkunjung ke sini apabila ke Malioboro. Selepas itu, anda        teruskan perjalanan sehingga berjumpa dengan Mirota Batik.

 Mirota Batik : Key Chain, Fridge Magnet, Gelang tangan, dan kerajinan tangan ada di sini.

 Vredeburg (Museum Benteng Yogyakarta) Dulu dulu adalah Pusat Pentadbiran Belanda. Letak Museum ini adalah selepas Gedung Mirota Batik

Selepas Museum Benteng Yogyakarta, kita akan temui Titik Nol Km apabila anda terus berjalan ke arah simpang empat.  Titik Nol Km adalah di persimpangan Kantor Pos Besar Yogyakarta. Selain terdapat Gedung Agung, Benteng Vredeburg, Kantor Pos Besar dan Gedung BNI, di kawasan ini juga terdapat Monumen Serangan Oemoem 1 Maret serta Monumen Batik. Kawasan ini adalah tempat umum maka banyak pertunjukkan kebudayaan akan diadakan di sini serta juga aksi demo seringkali berlaku di sini. 

 Persimpangan Empat

Monumen Serangan Oemoem 1 Maret 



 Persimpangan Empat


 Persimpangan empat

Pangestu Batik : Pusat membeli belah batik design cantik
Read more ...

Thursday, 27 February 2014

Museum Gunung Api Merapi & sekitarnya

Museum yang harus dilawati bila berada di Lereng Merapi  
Museum Gunung Api Merapi terletak di Dusun Banteng, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta, Indonesia. Museum ini dirasmi dan dibuka pada tanggal 1 November 2009. 

Museum ini bukan hanya maklumat tentang gunung merapi. Tetapi juga banyak informasi mengenai Gunung berapi yang terdapat di Indonesia dan wawasan mengenai bencana alam yang pernah terjadi di negara ini, termasuk gempa dan Tsunami. 





 Sawah Padi yang terbentang luas yang terdapat berhampiran dengan Muzium Gunung Api Merapi


Read more ...

Tuesday, 25 February 2014

Angkringan Kopi Joss Pak Agus

Kedinginan Malam bersama  kehangatan kopi Joss

Angkringan Kopi Joss Pak Agus terletak di sebelah utara Stasiun Tugu menjadi salah satunya untuk menikmati Kopi Joss. Saya adalah peminat tegar kopi. Kali ini mari kita menikmati Kopi Jogja yang sangat istimewa buat diri saya. 

Anda mesti berjalan ke utara dari arah Malioboro atau Stasiun Tugu KA sehingga bertemu dengan  angkringan di sebelah kanan jalan. Anda akan menemui dua buah bakul yang dihubungkan dengan bambu, anglo dengan arang yang membara, serta deretan gelas yang ditata. Itu adalah jenama utama warung Angkringan kopi Joss yang terdapat di banyak tempat di Jogja.

Mari kita dengar cerita saya tentang Angkringan di Jogja. Angkringan yang awal adalah Angkringan Lik Man. Masih ada lagi di Jogja tapi saya melawat Angkringan Kopi Joss Pak Agus, Angkringan yang muncul kemudian.  Angkringan Lik Man merupakan angkringan legendaris, sebab pedagangnya adalah generasi awal pedagang angkringan di Yogyakarta yang umumnya berasal dari Klaten. Lik Man yang bernama asli Siswo Raharjo merupakan putra Mbah Pairo, pedagang angkringan pertama di Yogyakarta yang berjualan sejak tahun 1950-an. Warung berkonsep angkringan yang dahulu disebut 'ting ting hik' diwariskan kepada Lik Man pada tahun 1969. Sejak itu, muncullah angkringan-angkringan yang lain.

Angkringan biasa dibuka pada pukul 18.00. Anda boleh memesan sama ada minuman panas atau sejuk. Kepada anda yang datang bercuti ke Jogja, anda mesti mencuba Kopi Joss, kopi yang disajikan panas dengan arang. Kelebihan kopi itu adalah kadar kafein yang rendah kerana dinetralisir oleh arang. Selain itu, anda boleh order makanan. Terdapat pelbagai jenis makanan disediakan. Saya suka makanan sego kucing berlauk, tempe goreng tepung dan tahu bakar. Memang awesome.

Anda boleh  memilih tempat duduk.  Pertama, di sebelah penjual. Ini bermakna anda perlu duduk dekat bakul atau anglo. Selain dapat bercerita dengan taukeh kedai, ini pasti memudahkan anda untuk tambah makanan. Kedua, di tikar yang memanjang yang dibentang di sepanjang jalan. Alah, duduk bersila dan berbual-bual mesra dengan teman-teman anda. Apa sekali pun, kita perlu menjaga budaya angkringan iaitu bertoleransi dan menjaga perasaan orang lain. Dalam erti kata lain, menjaga adat ketimuran kita apabila kita duduk berdekatan dengan orang yang tidak kita kenali di sebelah kita.


 Stasiun KA tidak jauh dari Kopi Joss Pak Agus

 Angkringan Kedai Joss Pak Agus

 Budaya Angkringan

 Cerek atau Anglo


Mengeluarkan arang dari celah-celah dapur 

 Memasukkan arang ke dalam gelas kopi

Angkringan Kopi Joss


 Begitu awesome buat saya...best.

Kenangan Angkringan Pak Agus
Read more ...

Monday, 24 February 2014

Beringin Kembar & Alun-alun Kidul Jogja

Legenda, Kraton & Kerlap kerlip Jogja bagai irama & lagu.


Yogyakarta mempunyai dua alun-alun. Alun-alun yang berada di depan keraton yang disebut Alun-Alun Utara (alun-alun lor). Alun-alun yang di belakang yang disebut Alun-Alun Selatan (alun-alun kidul). Keraton Yogyakarta sendiri berada di sebuah garisan yang menghubungkan antara Gunung Merapi, Keraton, dan Pantai Parangtritis. Itu adalah gambaran mental saya tentang Jogja.

Anda boleh berjalan dari laman keraton (alun-alun utara) menuju ke alun-alun kidul ( alun-alun Selatan) lalu melewati dua pohon beringin kembar. 

Beringin kembar ini mempunyai mitos yang tersendiri. Anda perlu membayar Rph 5,000 untuk melewati dua pohon beringin kembar ini dengan menutup mata. Mata anda akan ditutup dengan kain hitam. Kita mesti berniat baik dan sekiranya hati kita bersih maka anda dapat melintasi di tengah-tengah pohon beringin dengan senangnya. Sekiranya tidak, anda akan terbelok ke kiri atau kanan dan tersasar keluar dari pohon beringin. Sekiranya anda berjaya melewati tengah pohon kembar beringin maka permintaan anda akan terkabul.

Selain itu, kita boleh menikmati kerlap-kerlip alun-alun kidul Jogja yang dikatakan sangat indah kecuali di bandingkan dengan Bukit Bintang. Selain menikmati jajan dan makanan bersama keluarga, anda boleh menaiki motor beroda empat yang berkerlap kerlip.    


 Keraton (Alun-alun Utara)

 Beringin Kembar : Semoga berjaya melewati tengah-tengah di antara dua pohon berkembar itu. 

 Kerlap-Kerlip motor beroda empat 

 Motor pun tak berkerlap kerlip

 Alun-alun Kidul (Alun-alun Selatan)

 Begitu indah mata memandang

 Basikal berkerlap kerlip pun ada.

 Ikan Jaw dan Kuda kerlap kerlip

Penjaja Makanan
Berlibur dengan penuh kekeluargaan

Read more ...

Friday, 21 February 2014

Nirmolo Kaliurang & Goa Jepang Jogja

Di bawah Kelolaan Taman Nasional Gunung Merapi


Perjalanan saya kali ini melawat kompleks wisata alam, Nirmolo Kaliurung yang terletak di dataran tinggi Kalirung ataupun di lereng Gunung Merapi. Di dalam kompleks ini, terdapatnya Goa Jepang.

Perjalanan dari pintu masuk Nirmolo Kaliurang ke Goa Jepang mengambil masa kira-kira 45 minit. Udaranya sejuk dan nyaman di sepanjang perjalanan. Anggap perjalanan itu sebagai bersantai lagipun jalan itu  tidak berbahaya. Sekiranya anda bernasib baik anda dapat menyaksikan keindahan Gunung Merapi dari kejauhan.   


Terdapat kira-kira 25 unit Goa Jepang. Cuba anda bilang sama ada terdapat 25 buah Goa Jepang sebelum anda mula turun kembali ke pintu masuk Nirmolo Kalirung.  Bentuk Goa Jepang adalah lebih kurang sama antara satu sama lain walaupun terdapat sedikit perbezaan antara satu sama lain. Dahulunya Goa Jepang ini berfungsi sebagai tempat tinggal dan perlindungan bagi tentera Jepang dari tentera bersekutu.  Dikatakan goa-goa tersebut saling berhubungan di antara satu sama lain, dan masih dalam bentuk asalnya.
















Read more ...